Selasa, 13 Desember 2011

KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA


KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
BAB I
A.PENGERTIAN KALIMAT
Kalimat mengandung dua pengertian.Ada yang disebut dengan kalimat “Lisan” dan ada yang disebut dengan kalimat “Tertulis”.Tergantung cara penggunaannya masing-masing dan disini kita akan membahas bagaimana tata cara penggunaan kalimat lisan maupun tertulis tersebut.Namun sebelumnya kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan kalimat itu sendiri.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.Kalimat selalu kita ucapkan ketika kita berbicara kepada seseorang.Didalam kalimat itu sendiri terdapat tata bahasa dan tata cara pengucapanya.Penting untuk kita memprelajari seluk beluk mengenai kalimat secara rinci.

Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain.
Di Indonesia cara pengucapan kalimat lisan ini memiliki beranekaragam intonasi yang berbeda-beda.Karena Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya dan terdiri atas beribu-ribu pulau yang disetiap wilayahnya sehingga memiliki cara pengucapan kalimat-kalimatnya tersendiri.Ada yang pengucapan kalimat dengan intonasi yang keras dan ada yang pengucapanya dengan intonasi yang lembut.
Apabila kita meninjau kewilayah pulau sumatera orang-orang sumatera cenderung menggunakan penyampaian kalimat yang keras mengapa demikian.Mungkin dipengaruhi oleh cuaca yang panas,wilayah yang bergunung-gunung menyebabkan orang-orang sumatera cenderung berbicara dengan intonasi yang keras.

Apabila kita meninjau kewilayah pulau jawa orang-orangnya cenderung menyampaikan kalimat dengan intonasiyang lembut.Mengapa demikian.Mungkin disebabkan karena wilayah pulau jawa yang berupa dataran rendah,cuaca yang dingin menyebabkan orang-orang didalamnya terbiasa bebicara dengan intonasi yang lembut.

Keanekaragaman penyampaian kalimat yang berbeda-beda diwilayah Indonesia merupakan suatu kekayaan budaya yang menunjukan bahwa disetiap provinsi di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing.

Kalimat yang berbentuk tulisan serta tata cara penulisanya.Kalimat selalu ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai.Kalimat dalam bentuk tulisan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda.

Tanda titik (.)
Diletakan diakhir kalimat dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
Saya suka makan nasi.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.

Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
§  Irwan S. Gatot
§  George W. Bush
Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh:
Anthony Tumiwa

Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
§  Dr. (doktor)
§  S.E. (sarjana ekonomi)
§  Kol. (kolonel)
§  Bpk. (bapak)

Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
§  dll. (dan lain-lain)
§  dsb. (dan sebagainya)
§  tgl. (tanggal)
§  hlm. (halaman)

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh:
§  Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
§  0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)   

Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
§  Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
§  Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.
§   

      Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.

Contoh:
§  DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
§  SMA (Sekolah Menengah Atas)
§  PT (Perseroan Terbatas)
§  WHO (World Health Organization)
§  UUD (Undang-Undang Dasar)
§  SIM (Surat Izin Mengemudi)
§  Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
§  rapim (rapat pimpinan)

     Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
Contoh:
§  Cu (tembaga)
§  52 cm
§  l (liter)
§  Rp350,00

Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Contoh:
§  Latar Belakang Pembentukan
§  Sistem Acara
§  Lihat Pula

Tanda Tanya (?)
Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:
§  Kapan ia berangkat?
§  Saudara tahu, bukan?

Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
§  Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).
§  Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda Seru (!) 
Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
§  Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
§  Bersihkan meja itu sekarang juga!
§  Sampai hati ia membuang anaknya!
§  Merdeka!
Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.

Tanda koma (,)
Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata sepertitetapi, dan melainkan.

Contoh:
 Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
§  Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
§  Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:
Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itujadilagi pulameskipun begituakan tetapi.
Contoh:
§  Oleh karena itu, kamu harus datang.
§  Jadi, saya tidak jadi datang.

Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
contoh:
§  O, begitu.
§  Wah, bukan main.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:
 Kata adik, "Saya sedih sekali".
Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
§  Medan, 18 Juni 1984
§  Medan, Indonesia.

Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:
Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.

Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:
 I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.

Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:
§  Rinto Jiang, S.E.
 
Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
§  33,5 m
§  Rp10,50

Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.

Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
contoh:
 "Di mana Rex tinggal?" tanya Stepheen.







Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian (penggambaran; penjelasan (tt sifat, keadaan, hal) suatu peristiwa).
Contoh:
§  Kita sekarang memerlukan perabot  rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
§  Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.

Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
Contoh:
Ketua                          : Borgx
Wakil Ketua                : Hayabuse
Sekretaris                    : Ivan Lanin
Wakil Sekretaris          : Irwan Gatot
Bendahara                   : Rinto Jiang
Wakil bendahara         : Rex

Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Borgx : "Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!"
Rex    : "Siap, Boss!"  

Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
(i) Tempo, I (1971), 34:7
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.

Tanda titik dua dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding).
Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2:1.

Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.



Tanda Pisah (–, —)
Tanda pisah em (—) membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh:
Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar.

Tanda pisah em (—) menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

 Tanda pisah en (–) dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau 'sampai'.
Contoh:
§  1919–1921
§  Medan–Jakarta
§  10–13 Desember 1999
§   
            Tanda pisah en (–) tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara, atau bersama tanda kurang (−).
Contoh:
§  dari halaman 45 sampai 65, bukan dari halaman 45–65
§  antara tahun 1492 dan 1499, bukan antara tahun 1492–1499
§  −4 sampai −6 °C, bukan −4–−6 °C

Penjelasan diatas merupakan bergam kumpulan tanda-tanda baca yang digunakan didalam kalimat tertulis yang memiliki fungsinya masing-masing agar mempermudah pembaca memahami dari setiap kalimat yang terkandung didalam sebuah referensi,tulisan,wacana,maupun naskah.
 Setiap tanda baca harus diletakan pada posisi kalimat yang tepat sehingga dapat dipahami oleh para pembaca dan tidak menjadi salah dalam pengertian isi bacaanya.Oleh sebab itu pentingya bagi kita mengetahui beragam tanda baca dan kegunaanya.





BAB II
B.STRUKTUR KALIMAT(UNSUR KALIMAT)/POLA KALIMAT
Struktur kalimat terdiri atas empat unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu:
Subjek,predikat,objek,pelengkap.Keempatnya membentuk satu-kestuan yang utuh dan saling melengkapi berikut penjelasanya:

1.SUBJEK
Merupakan bagian kalimat yang menunjukan pelaku utama atau topic yang menjadi permasalahan utama.
-Subjek digunakan untuk menjelaskan “apa” dan “siapa”.
-Subjek juga biasanya merujuk pada kata benda /frasa(konkret/abstrak)
Contoh:Ayahku sedang melukis.
                 S
Penjelasan:disini bisa kita ketahui bahwa “ayah” adalah subjeknya yang menjadi pelaku utama atau topic utama dalam kalimata ini.

2.PREDIKAT
Predikat merupakan bagian yang menjelaskan kegiatan/tindakan/keadaan yang sedang dialami/dilaksanakan oleh subjek.
-Berbentuk kata/frasa
-Berfungsi untuk menjelaskan:mengapa,bagaimana,diapakan,sedang apa.
Contoh:Adik menangis
                S           P
Penjelasan:predikat menjelaskan kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh adik yaitu sedang menangis dan menangis menjadi sebuah predikat didalam kalimat tersebut.

3.OBJEK
Objek dibagi kedalam 3 jenis dilambangkan dengan:
Berfungsi untuk menerangkan objek yang langsung dijumpai pada kalimat langsung transitif.
Rumusnya:S+P+ O¹
Contoh kalimatnya:Saya menanam pohon.
                                  S          P              O¹

Berfungsi untuk menjelaskan objek yang terkandung didalam kalimat pasif
Rumusnya sama seperti bentuk kalimat terstuktur lainya yaitu: S+P+ O²
hanya saja untuk penggunaan objeknya menggunakan O² yaitu objek yang diletakan dikalimat pasif disebut O².
Contoh kalimatnya:Saya dimarahi dosen
                                   S           p           O²

•O³
- Yaitu objek yang diletakan pada kalimat tidak langsung.
-Dapat diletakan pada kalimat aktif maupun kalimat pasif.
-Dapat dijadikan sebagai pelengkap O¹ mapun O².
Rumusnya:S+P+ O³+ O¹/ O².
 Contoh kalimatnya:Aming memberikan Nabila mobil.
                                    S              P               O³       O¹

Dari paparan penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa bentuk dari struktur kalimat umumnya hamper sama pada setiap kalimat dengan pola dasar S+P+O yang selalu terkandung disetiap kalimat.
Pada pembahasan selanjutnya kita akan mempelajari struktur atau unsur kalimat yang paling terakhir yaitu:
4.PELENGKAP/KETERANGAN yaitu:
Bagian kalimat yang berfungsi untuk melengkapi predikat.
Biasanya berjenis kata/frasa nomina/frasa adjektiva/dan frasa verba.
Rumus:S+P+O+K
Contoh kalimatnya:Mega bermain piano diruang keluarga
S         P          O              K

            Antara objek dengan pelengkap memiliki persamaan konstruksi namun untuk membedakan antara keduanya perlu kita ketahui objek selalu wajib hadir didalam suatu kalimat sedangkan pelengkap tidak selalu hadir didalam kalimat.

Cakupan  semantis keterangan lebih luas, yaitu mewakili unsur kalimat atau seluruh kalimat. Keterangan ada yang menyatakan alat, tempat, cara, waktu, kesertaan, atau tujuan. Perhatikan contoh berikut:
·         Dia memotong kue itu dengan garpu.
·         Kami  tinggal di Jatinegara.
·         Mereka masuk diam-diam.
·         Beliau meninggal tahun 1970.
·         Dia ke pasar dengan adiknya.
·         Saya belajar supaya lulus Sipenmaru.



c)      Peran Semantis
Suatu kata dalam konteks kalimat memiliki peran semantis tertentu. Perhatikan contoh-contoh berikut:
·         Farida menunggui adiknya.
·         Pencuri itu lari.
·         Penjahat itu mati.
·         Johan melihat kecelakaan itu.
         Dari segi peran semantis, Farida pada point (a) adalah pelaku, yakni orang yang melakukan perbuatan menunggui. Adiknya pada kalimat itu adalah sasaran, yakni yang terkena perbuatan yang dilakukan oleh pelaku.
 Pencuri pada point (b) adalah pelaku, dia melakukan perbuatan lari.
Akan tetapi, penjahat pada point (c) adalah bukanlah pelaku karena mati bukanlah perbuatan yang dia lakukan, melainkan suatu peristiwa yang terjadi padanya. Oleh karena itu, meskipun wujud sintaksisnya mirip dengan point (b) penjahat itu pada (c) adalah sasaran. Pada kalimat (d) Johan bukanlah pelaku ataupun sasaran. Ada suatu peristiwa, yakni kecelakaan, dan peristiwa itu menjadi rangsang yang kemudian masuk kebenak dia. Jadi, Johan di sini mengalami peristiwa tersebut. Karena itu, peran semantis Johan adalah pengalaman.
  

BAB III.
Jenis-jenis kalimat tergolong kedalam Sembilan kelompok yaitu:
1.Kalimat aktif
Kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan.Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber.
Contoh :Aku menanam bunga.
              Ibu berjualan bunga.

2. Kalimat pasif
Kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan.Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di.
Contoh :Aku dimarahi ibu.

3.Kalimat langsung
Kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “....” )
 Contoh :Kata ayah,”Rajin-rajinlah kamu belajar supaya tercapai cita-citamu!”.


4.Kalimat tidak langsung
            Kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita.
Contoh :Ayah berkata bahwa aku harus rajin belajar supaya tercapai semua cita-citaku.

5. Kalimat berita
Kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu.Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.
Macam-macam kalimat berita :
1. Kalimat berita kepastian Contoh : Korban gunung merapi mencapai 4.321jiwa.
2. Kalimat berita pengingkaran Contoh :Tidak semua orang menyukai perbuatanmu.
3. Kalimat berita kesangsian Contoh :Kejadian ini mungkin akan membuatnya trauma.

6.Kalimat perintah
Kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu.Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!).Dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.
Macam-macam kalimat perintah :
1.Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
 Contoh :Pergunakanlah helm ketika mengendarai sepeda motor !.
2. Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.
Contoh:Jangan membuang sampah sembarangan !.
3. Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh:Tolong siram bunga dihalaman !.



7.Kalimat tanya
Kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah.Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Secara lisan, kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Contoh :Siapakah Gayus tambunan itu?.
8.Kalimat efektif memiliki syarat :
1. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya.
 2. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar.
Dengan ciri-ciri :
1. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok
 2. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan.
 3. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
4. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting.
Contoh:Kucing itu naik ke atas meja
Kata “atas” tidak perlu digunakan lagi karena kata “naik” sudah memberi informasi yang cukup bahwa kucing itu sudah pasti naik ke atas sehingga bentuk kalimatnya berubah menjadi:
Kucing itu naik ke meja.
9. Kalimat tunggal
Kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat.Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal :
1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contoh : Saya siswa kelas VI.
2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Contoh : Adik bernyanyi.
Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat, keterangan cara, maupun keterangan waktu.
Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Adik bernyanyi dengan sangat merdu.








KESIMPULAN
 Didalam setiap kalimat terkandung struktur-struktur kalimat yang penting untuk kita ketahui dan pelajari agar kita mengetahui pola-pola kalimat tersebut.Serta pembagian jenis-jenis kalimat yang beragam harus kita kuasai sebagai mahasiswa.

 Didalam makalah ini pun mengajarkan tata cara penulisan mengenai kalimat yang baik dan benar akan bermanfaat penerapanya ketika melakukan penulisan ilmiah.Karena didalam penulisan ilmiah memerlukan tata cara penulisan yang benar-benar sempurna dan dipertanggungjawabkan.

 Didalam penulisan kalimat harus jelas penulisan tanda bacanya sehingga tidak mengandung pengertian yang salah bagi pembaca.Disini kita bisa mengetahui letak kesalahan dan sampai dimana kemampuan kita dalam penggunaan kalimat yang benar dan dapat berguna untuk pembelajaran kedepanyanya.


























DAFTAR PUSTAKA
Iswara, Prana D. 2009. TBBI- Beberapa Pengertian Dasar. Melalui
http://kd-sumedang.upi.edu/index.php?option=com_content&view=article&id=262:tbbbi-beberapa-pengertian-dasar&catid=61:kapita-selekta-bahasa-indonesia&Itemid=75 [2011/01/07]

NN. 2011. Bahasa Indonesia/Kalimat. Melalui
     http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar